Mencontek telah menjadi masalah klasik di dunia pendidikan. Sejak zaman dahulu upaya
mendapatkan nilai tinggi dalam ujian dengan cara yang tidak dibenarkan dilakukan peserta ujian dengan beragam strategi. Saat ini, di era digital kebiasaan mencontek dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.
Merespon hal tersebut, guru SMA Negeri 1 Mirit, Saeful Anam, S.Kom., berinisiatif menciptakan aplikasi ujian berbasis online yang dapat mengurangi kecurangan. Guru Informatika tersebut memberi nama aplikasinya dengan nama aplikasi SIMPEL. Pada semester genap tahun 2024/2025 aplikasi tersebut digunakan secara serentak untuk pelaksanaan Asesmen Tengah Semester (ATS) kelas X dan XI serta Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) kelas XII.
Menurut Saeful Aplikasi SIMPEL telah diperbarui dari versi sebelumnya. Pada versi terbaru peserta ujian tidak dapat melakukan tangkap layar (screenshot) dan menyalin teks (copy paste). "Saya sudah survey ke siswa terkait bentuk kecurangan yang biasa dilakukan dalam ujian online," ungkapnya.
Selain itu, aplikasi SIMPEL juga memunculkan pemberitahuan (notifikasi) dalam bentuk suara apabila peserta ujian terindikasi melakukan kecurangan. "Jika peserta berusaha keluar aplikasi maka jawaban yang sudah ada akan hilang, terhapus secara otomatis," imbuh guru yang akrab disapa Pak Ipul itu.
Saeful mengaku aplikasi yang dibuatnya belum sempurna dan masih membutuhkan perbaikan. Dirinya berkomitmen untuk terus berinovasi agar aplikasi yang diciptakannya semakin baik dan dapat digunakan sebagai bagian dari upaya digitalisasi sekolah. "Jika ada kendala dan masukan dari siswa silakan disampaikan guna pengembangan ke depannya," pungkas Saeful.
(FS)